Alam adalah rumah manusia dan mahluk lainnya hidup damai saling membutuhkan dan saling melengkapi. Mahluk hidup yang ada di alam tak selalu bisa dilihat oleh mata biasa, namun bisa dirasakan keberadaanya melalui rasa dan mata bathin. Saat perubahan alam terjadi semua mahluk ikut merasakannya dan mereka ingin bekerjasama dengan manusia menjalankan tugas menjaga alam ini tetap damai dan nyaman menjadi tempat hidup segala mahluk. Manusia yang dianugerahi akal budi semakin dicerdaskan pengetahuannya, semakin disucikan pikiran, perkataan, dan perbuatannya.
Ada beberapa perantara yang dipergunakan untuk menghubungkan diri antar manusia dengan mahluk kasat mata. Ada pula benda perantara sebagai sumber kekuatan dan sumber kehidupan. Semua itu sifatnya sementara sesuai dengan peran yang melekat pada benda tersebut. Melalui kekuatan spiritual yang bersumber dari akal budi dan rasa manusia sehingga mampu menghidupkan fungsi-fungsi dari benda tersebut melalui proses pemasopatian. Team FSM (Forum Studi Majapahit) yang dipimpin oleh Ida Rsi Agni Buda Wisesanatha berkesempatan melakukan proses pemasopatian benda suci tersebut menyongsong peradaban baru pada alam ini.
Sekilas tentang Pura Ulun Danu Batur Songan
Pura Ulun Danu Batur di Songan merupakan salah satu dari Tri Kahyangan Jagat yang ada di Bali. Terletak di hulu Danau Batur (kaja kangin) atau lazim disebut Ulun Danu Batur. Keberadaan Pura ini bisa ditelusuri melalui purana Pura Ulun Danu Batur di Songan.
Dalam kitab purana, dijelaskan keturunan yang menjadi punggawa di wilayah Bali seperti Klungkung, Karangasem, Gianyar, Payangan, Tampaksiring, Badung, Mengwi, Tabanan, Bangli, Buleleng, wajib menghaturkan Panca Wali Krama pada sasih dan purnama kapat. Berdasarkan kajian purana itu pula, semua kabupaten di Bali melakukan upacara bhakti penganyaran.
Sesuai dengan piteket yang tertuang dalam prasasti dan purana, jika mereka melaksanakan kewajibannya maka kerahayuan, kesejahteraan masyarakat luas, para subak, akan tercapai. Hal itu juga yang disampaikan Bhatara Gnijaya, di mana disebutkan bahwa Bhatara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur merupakan sumber dari segala sumber kehidupan di Bali.














