• Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Trending Now
MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
“ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA
PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN
Tri Rna
ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN
FENOMENA KASTA DI BALI
Sad Atatayi
Garuda dan Pancasila
Sad Atatayi
MAJAPAHIT BANGKIT
Forum Studi Majapahit
  • Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Dharma Yatra FSM

Ritual Panekek Bali Dwipa di Lombok

by Admin FSM July 31, 2020
July 31, 2020
Ritual Panekek Bali Dwipa di Lombok

Dua pekan setelah ke Jawa, Forum Studi Majapahit (FSM) berangkat ke Lombok pada tanggal 25 – 27 Juli 2020. Kembali kami ber – 28 orang mesti melakukan test rapid demi perjalanan ini. Rombongan dipimpin Ida Rsi Wisesanatha dan didampingi Ida Bhujangga Rsi Nabe Putra Hari Anom Palguna dari Griya Tegal Cangkring, Jembrana.

Badan terasa segar kembali karena dinginnya air di kolam pebersihan suci Suranadi pada pagi hari pertama kami tiba. Rasa letih hilang setelah semalaman hampir tak bisa tidur di Ferry penyeberangan. Setelah menghaturkan puja di Pura Pebersihan, kami meluncur ke Pura Lingsar. Sebuah pura unik yg mewujudkan kesatuan umat Hindu dan muslim di Lombok. Watu Telu adalah nama tiga kekuatan yg dihormati bersama ( Jawa dgn Gunung Semerunya, Bali dengan Gunung Agungnya dan Lombok dengan rinjaninya )


Selanjutnya ke Pura Narmada. Kembali kita menyaksikan situs pemujaan kepada kekuatan Tiga yg bermakna filosofis banyak; Watu Telu, Tri Murti dan lain sebagainya. Leluhur nampaknya suka kalau kita menyambut mereka dengan tarian jiwa selain bermakna anugrah penyelarasan penyatuan jiwa terhadap alam semesta. Rombongan selanjutnya dengan semangat menuju ke Bale Petirtan Narmada yang diyakini oleh penduduk, airnya bisa membuat awet muda.

Pada malam harinya, kami menuju ke Pura Suranadi. Puncak acara Paneteg Jagat dilakukan disini. Ritual penurunan aksara suci Dewata Nawa Sanga dilakukan disini oleh wakil 9 orang yang ditunjuk langsung oleh Dewata. Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan ke Petilasan Majapahit yang dipercaya sebagai situs pertemuan Pangeran Arya Pati – kerajaan Seloparang & Gajah Mada yang terletak di Sembalun. Situs tampak hancur dan tak jelas apakah hancur karena gempa yang lalu atau karena dihancurkan sengaja. Dari bentuk hancurnya, tampak lebih kepada penghancuran yang disengaja. Sayang sekali, situs yg bernilai sejarah perjalanan diperlakukan seperti itu.


Ritual Pitra Puja untuk mendoakan Leluhur dipimpin oleh Ida Rsi Nabe di situs tersebut. Spirit Hyang Gajah Mada turun dan pada kesempatan itu mengingatkan generasi muda terhadap nilai sejarah dan melanjutkan perjuangan demi nusa dan bangsa. Disana beliau mengajak kita semua untuk berikrar lebih cinta & berbhakti kepada negara.


Dalam kesempatan itu pula Ida Rsi Wisesanatha memberikan piteket untuk senantiasa eling menjaga kesucian diri berusaha menuju moksartham jagathita. Pada malam harinya kami diperintahkan kembali ke Pura Lingsar untuk diwejang oleh para Leluhur akan nilai-nilai kesucian dan perjuangan bangsa. Dikatakan bahwa bangsa ini sedang sangat membutuhkan pembangunan moral dan keyakinan akan diri sejatinya. (bud)

Nyoman Budiana

0 comment
0
FacebookTwitterPinterestEmail
previous post
Ritual Panekek Bali Dwipa dan Penegteg Jagat
next post
Merah Putih Bukan Sekedar Berani dan Suci

Artikel Terkait

Ritual Panekek Bali Dwipa dan Penegteg Jagat

July 19, 2020

Merawat Keharmonisan ALAM melalui Bedawang Yadram

February 3, 2020

Gempa Disaat Dharmayatra di Pura Kancing Gumi

December 22, 2018

Pemasopatian Benda Suci Menyongsong Peradaban Baru

December 11, 2018

Team FSM Mekemit di Pura Batu Kursi

December 6, 2018

Tangkil ke Pura Pancering Jagat Bali ring Trunyan

April 9, 2017

Penurunan Aksara Suci di Pura Klenting Sari Menjangan

April 9, 2017

Berkunjung ke Goa Selomangleng Tulungagung

April 9, 2017

Penganugerahan Aksara Suci di Pura Turus Gunung

April 8, 2017

Leave a Comment Cancel Reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.


Artikel Terpopuler

  • 1

    MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI

    April 17, 2017
  • 2

    “ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA

    April 21, 2016
  • 3

    PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015
  • 4

    Tri Rna

    April 30, 2019
  • 5

    ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015

Kegiatan Sosial

  • Merawat Keharmonisan ALAM melalui Bedawang Yadram

    February 3, 2020
  • Tingkatkan Kualitas Diri, FSM melaksanakan Spiritual Retreat di Tirta Gangga

    December 16, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Paiketan-UNHI Teken Kerjasama Garap Lomba Arjuna Digital 2019

    March 16, 2019

Komentar Terbaru

  • Gede Suartika on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Made Yudiana on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Agung Ngurah Pradnya on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Roadi on MAJAPAHIT BANGKIT
  • muammarriyadhi on Berkunjung ke Goa Selomangleng Tulungagung

Kategori

  • Adat dan Budaya
  • Dharma Yatra FSM
  • Informasi Lainnya
  • Pengetahuan dan Informasi
  • Profile FSM
  • Social Activities

@2026 - All Right Reserved. Forum Studi Majapahit.