Segala yang terjadi di alam ini menurut keyakinan sebagian besar orang Bali adalah merupakan kehendak Sang Maha Pencipta. Namun manusia dianugerahi naluri dan pikiran untuk menyelamatkan diri dari segala bentuk bencana alam. Ida Rsi Wisesanatha yang memimpin langsung kegiatan ini menyampaikan bahwa, sebagai bentuk upaya menyelamatkan mahluk hidup dan alam ini Paiketan Krama Bali yang didukung oleh Forum Studi Majapahit dan PSMTI menyelenggarakan Bedawang Yadram pada titik yang ke 10 & 11. Pura Segara Rupek, Jembrana merupakan titik yang ke-10 dan Pura Menjangan merupakan titik yang ke-11 dari keseluruhan titik yang direncanakan berjumlah 18 titik yang tersebar di sekitar pesisir pulau Bali.
Kegiatan Bedawang Yadram kali ini diikuti oleh 42 orang dari Paiketan Krama Bali, Forum Studi Majapahit, PSMTI dan beberapa orang yang peduli terhadap keselamatan pulau Bali. Ida Rsi Nabe Hari Anom Palguna sebagai salah satu pembina Paiketan Krama Bali juga turut hadir dalam kegiatan ini. Beliau menyampaikan kegiatan Bedawang Yadram ini sangat mulia karena bedawang dalam keyakinan umat Hindu Bali merupakan penjelmaan dewa Wisnu yang membawa dunia ini di punggung-Nya bersama dua ekor naga Antaboga. Jikalau sang naga bergerak maka terjadilah gempa bumi dan letusan gunung berapi di muka bumi. Umat manusia yang dianugerahi akal dan budhi memohon dan berdoa agar bumi ini selalu rahayu, tentram dan damai sebagai tempat hidup dan kehidupan, kata Ida Rsi Nabe. (adn) Singaraja, 1 Maret 2020.























