• Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Trending Now
MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
“ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA
PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN
Tri Rna
ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN
FENOMENA KASTA DI BALI
Sad Atatayi
Garuda dan Pancasila
Sad Atatayi
MAJAPAHIT BANGKIT
Forum Studi Majapahit
  • Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Informasi LainnyaPengetahuan dan Informasi

PANDANGAN SPIRITUALIS THD REAKSI GUNUNG AGUNG

by Admin FSM December 27, 2017
December 27, 2017

Tak perlu panik, tak perlu gusar ini adalah kejadian yg terpola. Kapan meletuspun Gunung itu memberikan kode yg cukup jelas walau masing-masing gunung punya karakter khasnya. Gunung Merapi beda dan gunung Agung juga beda.

Saya ingin mengajak saudara semua bukan untuk berbicara vulkanologi atau urusan mitigasi yg sudah ada petugas yg jelas untuk itu. Namun untuk melihat-lihat perspektif yg berbeda menambahkan perspektif-perspektif lain yg telah ditulis sebelumnya. Walau saya bukan ahli dunia yg sy share ini namun sy mengkompilasi dari bbrp sumber saya yg sakti2, hebat2 namun tak mau share apa yg telah ditemukan mrk dan kala sy minta ijin menuliskan, mrk mengiyakan.

Singkat cerita dimulai dgn prolog; Gunung Agung adl.tempat Parahyangan yg sangat suci dan sakral para Dewata-Dewati. Tempat pertemuan suci dunia niskala dimana Sanghyang Jagatnatha (Sanghyang Brahma Giri Wisesa) berstana, yg diistilahkan dlm dunia corporate posisi Beliau sbg COO – chief operating officernya dunia. Kalau CEO – Chief executive officer nya adalah Sanghyang Shiwa Pasopati Wakil Sanghyang Tunggal; Ida Sanghyang Widhi Wasa yg berstana di Gunung Semeru – Lumajang.

Teman-teman kita ini setelah lewat komunikasi mrk yg intens (mungkin juga membuat deal) dengan Beliau yg kuasa meyakinkan bahwa tak akan ada letusan besar dari perhelatan yg ada. Mrk sungguh yakin itu. Disampaikan memang ada perhelatan besar di dunia niskala namun tak dibuka perhelatan spt apa.

Namun permintaannya dengan syarat dan peringatan. Lebih lanjut disampaikan bahwa sudah sangat urgent alam ini menginginkan partisipasi manusia-manusia penghuninya agar lebih tepekur khusuk dan sadar diri untuk sujud yg lebih mendalam memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Ida Sanghyang Widhi Wasa bukan kepada yg lain.

Diingatkan bahwa semua manusia itu sama. Leluhurnya yg paling luhur adl sama. Sudah saatnya kembali ke dasar yg paling dasar untuk ingat akan asal mulanya manusia dan kembali sujud menyatukan rasa kepadaNya. Hanya kepadaNya. Itu adalah syarat yg diberikan agar terhindar dari ancaman kompleks dari kode Gunung Agung tersebut. Memang masih misteri sebenarnya, tapi tak kuasa menanyakan detail, apa yg terjadi jikalau manusia gagal melakukan konsolidasi ini ?

Itu versi satu. Versi yg lain yg tak kalah menariknya dari kelompok yg sy anggap tak kalah “saktinya” menyatakan bahwa meletusnya Gunung Agung akan tak terhindarkan. Namun seberapa kalibernya atau magnitudenya…Hyang Widhi menentukan. Itu adl perputaran mutlak Utpati – Stiti – Pralina untuk keseimbangan alam. Manusia harus mengiklaskan ini. Terlalu egois kalau mau enaknya dgn perspektif sempit kemanusiaan sesaat tak memahami perputaran alam yg dilambangkan dgn warna tri datu Merah – Hitam – Putih itu. Kalau yakin Tuhan Maha Bijaksana dan Maha Penyayang, tak perlu mengatur-atur Tuhan. Sbg etika hambaNya cukup memohon kerahayuan, memohon pencerahan dan keharmonisan pikir, kata dan sikap. So memahami perputaran ini, mari kita menghindari dampak letusan dgn pola sesuai pengetahuan yg ada shg tak terjadi bencana.

Lebih jauh disampaikan selain masalah perputaran alam adl mutlak; meletusnya Gunung Agung disebutkan sbg bahasa kode bahwa ini adalah Gong bagi para Dewata dan Leluhur untuk memulai perhelatan agung.

Perhelatan yg merupakan maha karya, karya agung memasuki persiapan penciptaan peradaban baru. Yg menarik disampaikan, wao…dikatakan Kaliyuga atau Jaman Besi akan segera berakhir. Akan secara bertransisi segera masuk ke Jaman Emas atau Satya Yuga.

Siap-siaplah para bromocorah dan preman jahat kehidupan untuk mendapatkan ganjarannya segera krn nanti bukanlah dunianya. Kepemimpinan akan beralih kpd orang-orang yg baik. Kalau di jaman Kaliyuga dikatakan manusia tak baik 75 % maka akan menuju kebalikannya bahwa manusia baik akan bertambah banyak scr signifikan.

Diharapkan oleh teman-teman sy yg sakti itu agar manusia-manusia yg sadar untuk segera bertobat. Membersihkan dirinya untuk menyongsong jaman ini. Dikatakan akan banyak peristiwa-peristiwa mengejutkan dalam waktu dekat di semua dimensi. Politik, sosial, ekonomi, budaya dan spiritual….deg-degan juga mendengar ini. So let us see…hanya Hyang Widhi yg tahu pasti begitu kata hati pembaca dan demikian juga saya.

Yang sadar untuk tetap tepekur di dalam doa. Rahayu rahayu rahayu…

Oleh: Ida Rsi Acarya Waisnawa Agni Budha Wisesanatha


Gallery on Facebook

PANDANGAN SPIRITUALIS THD REAKSI GUNUNG AGUNG

0 comment
0
FacebookTwitterPinterestEmail
previous post
Pengurus Organisasi FSM
next post
MANA LEBIH BERAT KAPAS ATAU BESI ??? – Perlu Dekonstruksi cara Berpikir untuk Pemberdayaan Demi Kesejahteraan dan Keadilan

Artikel Terkait

Merah Putih Bukan Sekedar Berani dan Suci

November 16, 2020

Selamatkan Bali dari Bencana Alam Paiketan Krama Bali...

March 3, 2020

Pewintenan Siwa Budha 3 Orang Guru FSM

February 27, 2020

Merawat Keharmonisan ALAM melalui Bedawang Yadram

February 3, 2020

Tingkatkan Kualitas Diri, FSM melaksanakan Spiritual Retreat di...

December 16, 2019

SAD KERTI

May 1, 2019

Sad Atatayi

May 1, 2019

Sad Atatayi

May 1, 2019

Panca Maya Kosa

May 1, 2019

Leave a Comment Cancel Reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.


Artikel Terpopuler

  • 1

    MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI

    April 17, 2017
  • 2

    “ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA

    April 21, 2016
  • 3

    PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015
  • 4

    Tri Rna

    April 30, 2019
  • 5

    ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015

Kegiatan Sosial

  • Merawat Keharmonisan ALAM melalui Bedawang Yadram

    February 3, 2020
  • Tingkatkan Kualitas Diri, FSM melaksanakan Spiritual Retreat di Tirta Gangga

    December 16, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Paiketan-UNHI Teken Kerjasama Garap Lomba Arjuna Digital 2019

    March 16, 2019

Komentar Terbaru

  • Gede Suartika on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Made Yudiana on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Agung Ngurah Pradnya on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Roadi on MAJAPAHIT BANGKIT
  • muammarriyadhi on Berkunjung ke Goa Selomangleng Tulungagung

Kategori

  • Adat dan Budaya
  • Dharma Yatra FSM
  • Informasi Lainnya
  • Pengetahuan dan Informasi
  • Profile FSM
  • Social Activities

@2026 - All Right Reserved. Forum Studi Majapahit.