• Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Trending Now
MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
“ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA
PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN
Tri Rna
ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN
FENOMENA KASTA DI BALI
Sad Atatayi
Garuda dan Pancasila
Sad Atatayi
MAJAPAHIT BANGKIT
Forum Studi Majapahit
  • Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Pengetahuan dan Informasi

SAD KERTI

by Admin FSM May 1, 2019
May 1, 2019
SAD KERTI

Alam beserta isinya menjadi sebuah sistem yang terdiri dari berbagai komponen, seperti manusia, hewan, danau, hutan, pegunungan, lautan, tanaman. Semua komponen harus bekerja sinergi untuk mencapai kesimbangan dan kualitas yang lebih baik. Salah satu komponen tak berfungsi maka akan berpengaruh terhadap komponen lain dan akhirnya mengganggu sistem secara keseluruhan.

Dalam konteks pembangunan dan memelihara lingkungan alam beserta isinya, Agama Hindu memiliki ajaran Sad Kerti, yaitu 6 (enam) upaya untuk menjaga hubungan kesucian dan keseimbangan alam semesta beserta isinya.
Sad Kerti juga dapat disebut sebagai konsep atau filosofi dalam membangun manusia dan alam. Tiga Kerti terkait pembangunan manusia adalah Jana Kerti, Atma Kerti dan Jagat Kerti, sedangkan Danu Kerti, Wana Kerti dan Samudra Kerti termasuk dalam konsep pembangunan sumberdaya alam.

  1. Jana Kerti, upaya untuk menegakkan kesucian atau keseimbangan pada diri kita sendiri. Hal ini dilakukan terutama untuk meningkatkan kualitas individu agar menjadi ideal. Dalam kehidupan sekala sehari-hari hendaknya kita dapat melaksanakan Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir, berkata dan berbuat yang baik dan selalu dilandasi dengan ajaran dharma. Secara niskala, upaya penyucian diri dapat dilakukan melalui penglukatan, meditasi, yoga dan sejenisnya sehingga dapat dicapai kemurnian Sang Sujati dalam diri kita. Apabila setiap individu dapat mencapai kesucian dan menegakkan dharma maka dalam tataran horizontal sesama manusia akan harmonis dan secara vertikal dengan Yang Maha Kuasa juga terjadi keharmonisan, keseimbangan dan kedamaian.
  2. Atma Kerti, upaya yang dilakukan untuk mensucikan atma atau sang jiwa yang telah meninggalkan alam material. Upaya ini dapat diwujudkan melalui Pitra Yadnya untuk membantu sang jiwa kembali pada posisi sesuai karmanya dan sebagai wujud bhakti kepada leluhur. Upaya ini juga dapat dilaksanakan dengan menjaga dan merawat tempat suci pura paibon, pura kawitan (soroh)
  3. Jagat Kerti, upaya untuk menjaga kesucian dan keharmonisan antar semua makhluk. Sebagai makhluk sosial, manusia yg juga diberikan kelebihan akal dan budi memberikan contoh tauladan yang baik, toleransi, saling bantu, menjaga harmonisasi sosial dan berempati terhadap sesama. Dalam hal ini juga dilakukan dengan menjaga habitat hewan liar untuk mencegah kepunahan. Secara niskala, jagat kerti perlu diamalkan melalui upacara bhuta yadnya, misalnya dengan menghaturkan segehan, pecaruan yang bertujuan untuk harmonisasi alam semesta untuk mencapai kedamaian.
  4. Wana Kerti, upaya untuk menjaga kesucian dan kelestarian hutan dan pegunungan. Sebagai salah satu sumber kehidupan hakiki, hutan sebagai sumber oksigen dan bahan baku produksi serta tempat hidup dan perlindungan hewan sudah seharusnya lestari agar kehidupan yg terkait dapat berlanjut. Eksploitasi yang berlebih terhadap sumber daya hutan ini tanpa mempertimbangkan daya tumbuh kembali terhadap habitat yang ada maka akan merusak ekosistem yg ada. Untuk itulah perlu kebijakan yang arif dalam pengelolaan sumber daya hutan dan pegunungan.
  5. Danu Kerti, upaya untuk menjaga dan menyucikan sumber-sumber air tawar, seperti danau, sungai dan sumber-sumber mata air lainnya. Air menjadi kebutuhan sangat vital bagi semua makhluk hidup dan sebagian besar tubuh makhluk hidup terdiri atas air. Untuk menjaga kelangsungan hidup bagi setiap makhluk hidup maka air menjadi komponen sangat penting dalam siklus hidupnya. Ketersediaan air dalam kuantitas dan kualitas tertentu wajib terpenuhi. Untuk menjaga keberlanjutan makhluk hidup maka sumber air perlu dijaga dan dilestarikan dengan baik. Upaya yg dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian air, misalnya dengan menghemat penggunaan air, tidak mencemari sumber mata air dan melaksanakan upakara serta pelestarian pura beji dan ulun danu.
  6. Samudra Kerti, upaya menegakkan kesucian dan kelestarian laut dan isinya serta pantai dan lingkungannya. Jika kita berada di laut menikmati indahnya pemadangan laut maka disisi lain kita juga harus berpikir bagaimana menjaga kesucian dan kelestarian laut agar dapat dinikmati keindahan dan isinya secara berkelanjutan. Maka dari itu, secara sekala kita tidak boleh mengotori laut, seperti jangan membuang sampah, limbah ke laut yg berdampak pada biota laut dan kebersihan pantai secara kasat mata. Upacara penyucian pantai dan laut juga dapat dilakukan melalui upakara penyucian laut, melestarikan dan memuliakan pura segara.

Keenam upaya di atas harus dilakukan secara simultan agar keseimbangan sistem alam ini bisa saling bersinergi untuk mencapai Jagaddhita, gemah ripah loh jinawi

Oleh Prof. Dr. Ir. I Ketut Satriawan, M.T.,

0 comment
0
FacebookTwitterPinterestEmail
previous post
Sad Atatayi
next post
Napak Jejak Leluhur Nusantara di Bali dan Jawa untuk Menata Jagat

Artikel Terkait

Merah Putih Bukan Sekedar Berani dan Suci

November 16, 2020

Sad Atatayi

May 1, 2019

Sad Atatayi

May 1, 2019

Panca Maya Kosa

May 1, 2019

Kelahiran Yesus

May 1, 2019

Tri Hita Karana

May 1, 2019

Tri Hita Karana

May 1, 2019

Panca Srada

May 1, 2019

Tri Rna

April 30, 2019

Leave a Comment Cancel Reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.


Artikel Terpopuler

  • 1

    MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI

    April 17, 2017
  • 2

    “ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA

    April 21, 2016
  • 3

    PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015
  • 4

    Tri Rna

    April 30, 2019
  • 5

    ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015

Kegiatan Sosial

  • Merawat Keharmonisan ALAM melalui Bedawang Yadram

    February 3, 2020
  • Tingkatkan Kualitas Diri, FSM melaksanakan Spiritual Retreat di Tirta Gangga

    December 16, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Paiketan-UNHI Teken Kerjasama Garap Lomba Arjuna Digital 2019

    March 16, 2019

Komentar Terbaru

  • Gede Suartika on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Made Yudiana on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Agung Ngurah Pradnya on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Roadi on MAJAPAHIT BANGKIT
  • muammarriyadhi on Berkunjung ke Goa Selomangleng Tulungagung

Kategori

  • Adat dan Budaya
  • Dharma Yatra FSM
  • Informasi Lainnya
  • Pengetahuan dan Informasi
  • Profile FSM
  • Social Activities

@2026 - All Right Reserved. Forum Studi Majapahit.