• Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Trending Now
MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
“ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA
PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN
Tri Rna
ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN
FENOMENA KASTA DI BALI
Sad Atatayi
Garuda dan Pancasila
Sad Atatayi
MAJAPAHIT BANGKIT
Forum Studi Majapahit
  • Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Pengetahuan dan Informasi

Panca Srada

by Admin FSM May 1, 2019
May 1, 2019
Panca Srada

Sebagai umat Hindu ada Tattwa atau dasar sastra menjadi pokok dan landasan bagi para umat Hindu untuk mempercayai keberadaan tuhannya. Kepercayaan umat Hindu tersebut dituangkan dalan lima dasar keyakinan yang dikenal dengan Panca Sradha. Dari unsur kata, dapat diartikan bahwa Panca berarti lima, dan Sradha berarti Kepercayaan atau Keyakinan.

Jadi Panca Sradha adalah lima keyakinan/kepercayaan yang melandasi umat Hindu dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Kelima Sradha itu antara lain:

  1. Brahman, yaitu percaya terhadap adanya Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
    Maksud dari percaya adanya Brahman adalah kita harus percaya bahwa adanya maha pencipta atau biasa kita sebut tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) yang telah memberikan kehidupan pada kita semua. Tuhan adalah sumber dari segala yang ada dan akhir dari segala yang tercipta. Sebagian orang berpendapat bahwa agama Hindu menganut aliran polytheisme yaitu percaya pada banyak Tuhan atau mempercayai lebih dari satu tuhan. Kenyataannya tidaklah selalu demikian.
  2. Atman, yaitu percaya terhadap adanya Atman (Jiwa yang ada di setiap mahluk)
    Atma berasal dari tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang memberikan hidup kepada semua makhluk hidup di muka Bumi ini. Badan kita tidak akan berfungsi bila di dalam tubuh kita tidak ada atma.
  3. Karmaphala, yaitu percaya terhadap Karma phala (hukum sebab-akibat).
    Secara etimologi Karma Phala berasal dari 2 kata yaitu Karma dan Phala. Karma arti nya perbuatan sedangkan phala yang arti nya hasil. Jadi dapat kita simpulkan karma Phala artinya hasil sebuah perbuatan yang kita lakukan. Di dalam ajaran Hindu kita mengenal namanya hukum Karma Phala yaitu hukum sebab akibat, setiap perbuatan yang kita lakukan pasti mendapatkan Phalanya atau hasilnya.
    Berdasarkan waktu diterimanya phala dari suatu karma dibedakan menjadi tiga.
    • Sancita Karma Phala: Perbuatan dimas lampau/kehidupan lalu pada kehidupan sekerang kita terima hasilmnya.
    • Prarabda: Pebuatan sekarang sekarang juga kita terima hasilnya
    • Kryamana: Perbuatan pada kehidupan sekarang belum habis diterima hasilnya maka akan kita terima dapa kehidupan yang akan datang.
  4. Samsara/Punarbhawa, percaya terhadap kelahiran kembali atau reinkarnasi.
    Punarbhawa berasal dari kata punar yang berarti kembali dan bhawa yang berarti menjelma/ lahir. Jadi punarbhawa adalah kelahiran kembali. Sedangkan samsara berarti sengsara, dimana atman belum bisa menyatu dengan Brahman dikarenakan Karma/perbuatan sang Atma selama menjelma menjadi mahluk di dunia yang jauh dari dharma (kebenaran). Secara singkat Punarbhawa/Samsara juga sering disebut dengan Reinkarnasi. Sebenarnya kita hidup di dunia ini adalah untuk kita berbenah diri karena di kehidupan kita dahulu masih belum sempurna dan masih banyak memiliki dosa yang belum bisa kita bayar atau lunasi dan tergantung dari amal dan prilaku dan perbuatan kita di masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang.
  5. Moksha, percaya terhadap kebahagiaan tertinggi.
    Moksa merupakan tujuan tertinggi dari umat Hindu, dimana disebutkan “Moksartham jagadhita ya ca iti dharma” yang artinya tujuan Agama (Dharma) adalah untuk mencapai Moksa (kelepasan) dari kesenangan duniawi (Jagadhita).
    Moksa akan dapat tercapai jika terjadi penyatuan antara Atman dengan Brahman. “Brahman atman aikyam” yang artinya Brahman dan Atman sesungguhnya adalah satu.

Oleh Putu Tedy Antara

0 comment
0
FacebookTwitterPinterestEmail
previous post
Tri Rna
next post
Tri Hita Karana

Artikel Terkait

Merah Putih Bukan Sekedar Berani dan Suci

November 16, 2020

SAD KERTI

May 1, 2019

Sad Atatayi

May 1, 2019

Sad Atatayi

May 1, 2019

Panca Maya Kosa

May 1, 2019

Kelahiran Yesus

May 1, 2019

Tri Hita Karana

May 1, 2019

Tri Hita Karana

May 1, 2019

Tri Rna

April 30, 2019

Leave a Comment Cancel Reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.


Artikel Terpopuler

  • 1

    MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI

    April 17, 2017
  • 2

    “ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA

    April 21, 2016
  • 3

    PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015
  • 4

    Tri Rna

    April 30, 2019
  • 5

    ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015

Kegiatan Sosial

  • Merawat Keharmonisan ALAM melalui Bedawang Yadram

    February 3, 2020
  • Tingkatkan Kualitas Diri, FSM melaksanakan Spiritual Retreat di Tirta Gangga

    December 16, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Paiketan-UNHI Teken Kerjasama Garap Lomba Arjuna Digital 2019

    March 16, 2019

Komentar Terbaru

  • Gede Suartika on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Made Yudiana on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Agung Ngurah Pradnya on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Roadi on MAJAPAHIT BANGKIT
  • muammarriyadhi on Berkunjung ke Goa Selomangleng Tulungagung

Kategori

  • Adat dan Budaya
  • Dharma Yatra FSM
  • Informasi Lainnya
  • Pengetahuan dan Informasi
  • Profile FSM
  • Social Activities

@2026 - All Right Reserved. Forum Studi Majapahit.