• Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Trending Now
MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
“ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA
PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN
Tri Rna
ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN
FENOMENA KASTA DI BALI
Sad Atatayi
Garuda dan Pancasila
Sad Atatayi
MAJAPAHIT BANGKIT
Forum Studi Majapahit
  • Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Pengetahuan dan Informasi

Tri Hita Karana

by Admin FSM May 1, 2019
May 1, 2019
Tri Hita Karana

Tri Hita Karana (THK), berdasarkan kata dapat diuraikan menjadi: “Tri” yang berarti tiga; “Hita” yang berarti kebahagiaan, dan “Karana” yang berarti penyebab. Tri Hita Karana berarti “Tiga penyebab terciptanya kebahagiaan”.

Penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan Umat Hindu di Bali dapat dijumpai dalam perwujudan:

  1. Parhyangan berasal dari kata Hyang yang artinya Tuhan. Parhyangan berarti hal-hal yang berkaitan dengan dengan keagamaan dalam rangka memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam hal ini parhyangan dapat dilihat di beberapa tingkat di Bali, yaitu parhyangan di tingkat keluarga Pemerajan, di tingkat desa adat Kahyangan Tiga, di tingkat daerah berupa Kahyangan Jagat. Tujuannya manusia menyembah dan berbakti kepada Tuhan disebabkan oleh sifat-sifat mulia yang dimiliki nya, rasa bakti timbul dalam hati manusia. Oleh karena karena Sang Hyang Widhi Maha Ada, Maha Kuasa, Maha Pengasih yang melimpahkan kasihNya pada umatNya. Hubungan antara manusia dan Tuhan, yang diwujudkandengan Dewa Yadnya. Implementasi rasa syukur kepada Tuhan adalah dengan jalan mempelajari dengan sungguh-sungguh ajaran mengenai Ketuhanan dan menanamkan sejak dini mengajarkan kepada anak didik sebelum melakukan kegiatan diajak berdoa bersama-sama dengan melakukan kegiatan setiap hari. Pendidikan mental spiritual seperti itu setiap hari akan menjadi suatu kebiasaan bagi anak-anak.
  2. Pawongan berasal dari kata Wong (dalam bahasa Jawa) yang artinya orang. Pawongan adalah prihal yang berkaitan dengan orang dalam satu kehidupan masyarakat. Dalam arti sempit pawongan adalah kelompok manusia yang bermasyarakat yang tinggal dalam satu wilayah. Pada mulanya Tuhan yang lebih dulu menciptakan bhuana atau alam, maka muncullah palemahan, setelah itu barulah beliau menciptakan manusia beserta makhluk hidup lainnya. Setelah manusia berkembang dan menghimpun diri dalam kehidupan bersama dan mendalami suatu wilayah tertentu maka muncullah masyarakat yang disebut dengan pawongan. Selain menyelaraskan hubungan antara atma dengan paramatman atau hubungan manusia dengan tuhan, kita sebagai makhluk sosial juga harus membina hubungan dengan sesama manusia dan makhluk lainnya yang mana kasih merupakan dasar kebijakan, kasih timbul dari dalam kalbu yang merupakan alam paramatman yaitu kebahagiaan.
  3. Palemahan berasal dari kata lemah yang artinya tanah. Palemahan juga berarti bhuana atau alam. Dalam artian yang sempit palemahan berarti wilayah satu pemukiman atau tempat tinggal di tingkat desa adat meliputi “asengken” bale agung untuk tetap menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam. Umat Hindu melaksanakan upacara Tumpek Uye (Tumpek Kandang) yang bertujuan untuk menjaga kelestarian hidup binatang dan melaksanakan upacara Tumpek Wariga (Tumpek Bubuh) untuk melestarikan tumbuh-tumbuhan. Arah dan sasaran dari Tri Hita Karana adalah mencapai Moksartham jagat hita ya ca iti dharma yaitu mencapai kebahagiaan lahir batin sehingga dengan keharmonisan maka tercapailah kebahagiaan yang merupakan tujuan akhir dari Agama Hindu yakni bersatunya atman dan paramatman.

Implementasi Tri Hita Karana sesungguhnya dapat diterapkan dimana dan kapan saja dan idealnya dalam setiap aspek kehidupan manusia dapat menerapkan dan mempraktekkan Tri Hita Karana yang sangat erat dengan ajaran etika.
Implementasi Tri Hita Karana sebaiknya dimulai dari diri sendiri dengan selalu eling dan sujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, berpartisipasi aktif dalam memaknai dan memelihara lingkungan alam beserta isinya, serta selalu menjaga toleransi untuk keharmonisan antar sesama.

Oleh Ni Wayan Muliasih

0 comment
0
FacebookTwitterPinterestEmail
previous post
Panca Srada
next post
Tri Hita Karana

Artikel Terkait

Merah Putih Bukan Sekedar Berani dan Suci

November 16, 2020

SAD KERTI

May 1, 2019

Sad Atatayi

May 1, 2019

Sad Atatayi

May 1, 2019

Panca Maya Kosa

May 1, 2019

Kelahiran Yesus

May 1, 2019

Tri Hita Karana

May 1, 2019

Panca Srada

May 1, 2019

Tri Rna

April 30, 2019

Leave a Comment Cancel Reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.


Artikel Terpopuler

  • 1

    MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI

    April 17, 2017
  • 2

    “ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA

    April 21, 2016
  • 3

    PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015
  • 4

    Tri Rna

    April 30, 2019
  • 5

    ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015

Kegiatan Sosial

  • Merawat Keharmonisan ALAM melalui Bedawang Yadram

    February 3, 2020
  • Tingkatkan Kualitas Diri, FSM melaksanakan Spiritual Retreat di Tirta Gangga

    December 16, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Paiketan-UNHI Teken Kerjasama Garap Lomba Arjuna Digital 2019

    March 16, 2019

Komentar Terbaru

  • Gede Suartika on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Made Yudiana on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Agung Ngurah Pradnya on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Roadi on MAJAPAHIT BANGKIT
  • muammarriyadhi on Berkunjung ke Goa Selomangleng Tulungagung

Kategori

  • Adat dan Budaya
  • Dharma Yatra FSM
  • Informasi Lainnya
  • Pengetahuan dan Informasi
  • Profile FSM
  • Social Activities

@2026 - All Right Reserved. Forum Studi Majapahit.