Pengorbanan spiritnya menjadi fondasi perjuangan Gajah Mada dan terbentuknya Nusantara
oleh Ida Rsi Wisesanatha
Saat ini, terasa terpanggil untuk menulis menyatakan kebanggaan kami kepada figur pahlawan idola Bali yang melegenda yaitu Kebo Iwa atau juga dikenal dengan sebutan Kebo Taruna karena melajang seumur hidupnya.
Generasi muda wangsa Bali perlu menghayati perjuangannya yang memberikan tauladan luar biasa.
Kebo Iwa – mahapatih kerajaan Bali Aga pada abad ke 14 terkenal dan dikagumi. Bukan karena sakti lalu mampu brutal di dalam menundukkan lawan-lawannya namun lebih banyak karena kharismanya yang berwibawa.
Bertinggi badan menjulang langka; 214 Cm, memiliki banyak pusaka yang salah satu pusakanya berupa keris yang bisa lentur dan juga kaku dengan panjang 315 Cm. Bayangkan betapa menggetarkan sosok seperti itu.
Bukan itu saja, dia juga tak banyak bicara namun lebih banyak senyum, berwibawa dan pula memiliki kemampuan sbg seorang arsitek/undagi. Karyanya bisa di lihat di Pura Puseh Batubulan, di Gunung Kawi dll.
Dikatakan tingkatan Kebo Iwa sbg manusia separuh cahaya yg berasal dari kelahiran yg penuh misteri. Lahir dari permohonan pasangan Wiku dari Kedatuan masa itu. Konon Dewa Brahma memberikan kekuatan utama kepadanya dan terlahir dari bara api perut bumi.
Kerajaan Bali Aga saat itu menjadi aman sentosa pada jaman pengabdiannya. Kebo Iwa mulai mengabdi dari umur muda yaitu 25 tahun.
Tibalah masa dimana terjadi perubahan jaman. Dari jaman penuh adab sentosa ke jaman tipu daya dan keji. Pada ekspansi kerajaan Majapahit yang bertujuan menyatukan kepulauan ini menjadi negeri kepulauan yang satu komando bernama Nusantara. Gajahmada – mahapatih Majapahit mengemban tugas ini dan memulainya dari Bali.
Bertempur berhadapan secara langsung tentu membuat ciut hati Gajahmada walau tinggi badannya tak bisa dibilang pendek; 183 Cm, sehingga Gajah Mada memanfaatkan kepolosan hati Kebo Iwa dgn membohonginya. Beberapa kali Kebo Iwa diperdaya dgn maksud agar terbunuh; dicebur ke laut, dikubur ke dalam sumur dalam yg dikeruknya sendiri dlsb namun tak berhasil.
Krn berbagai ulah tipu-tipu dari GajahMada yg mencolok itu maka sampailah pada batas kesabaran Kebo Iwa yg geram hendak menerjang Gajah Mada. Disanalah GajahMada berlutut gemetar memberi hormat di hadapan Kebo Iwa dan menjelaskan maksudnya kenapa melakukan itu tak lain karena berperang langsung tak mungkin. Hal itu terpaksa dilakukan karena mengemban tugas menyatukan kerajaan – ikerajaan di kepulauan di Nusantara, untuk tujuan bisa saling menjaga wilayah dari potensi serangan musuh. Dijelaskan bahwa pintu pembukanya dimulai dari kerajaan Bali.
Setelah dijelaskan demikian, karena kebijasanaan Kebo Iwa, tugas besar yg diemban Gajah Mada bisa dipahami. Kemarahan Kebo Iwa mereda dan berubah menjadi simpati.
Saat itu pula konon turunlah Betare Ida Sanghyang Pasupati penguasa alam semesta yang meminta kebesaran hati Kebo Iwa untuk menyerahkan pasupatinya kepada Gajah Mada dan menyampaikan bahwa wahyu babat alas Kebo Iwa di Nusantara sudah usai dan tugas itu dilanjutkan di dunia niskale.
Dengan keiklasan kemanusiaan yg luar biasa dan sangat spiritualistik (jaman sekarang disebut ber SQ atau berspiritual quotion tinggi ), Kebo Iwa menyerahkan kekuatannya kpd Gajah Mada. Seberkas sinar putih turun dari langit menerpa Kebo Iwa dan lanjut tersalur ke Gajah Mada. Setelah itu Kebo Iwa langsung melesat moksa menjadi sinar utuh. Saat itu Kebo Iwa baru berumur 34 tahun.
Bersamaan…Gajah Mada memperoleh wahyu Satro Jendro untuk mampu melaksanakan tugas-tugasnya. Gajah Mada saat itu berumur 51 tahun
Cerita ini lebih banyak digali secara esoteris. Memiliki banyak bukti archeologis. Telah ditemukan beberapa tahun yg lalu keris yang panjangnya 315 Cm itu oleh seorang Bhagawan yg cukup dikenal di Bali dan ditemukan bukti karya – karya besar lainnya di Bali.
Kebo Iwa yang bersosok kharismatik, sungguh perlu dijadikan tauladan bagi generasi muda. Kebo Iwa berkesaktian luar biasa namun memiliki budi yang halus. Bukannya menjadi sombong jumawa namun selalu berendah hati.
Wangsa Bali harus bangga bahwa pahlawan Balilah yg menjadi jiwa fondasi terbentuknya Nusantara. Tanpa diperolehnya pasupati Kebo Iwa, Gajah Mada tak akan mampu melakukan tugasnya menyatukan Nusantara. Di dunia spiritual, spirit Gajah Mada memanggil spirit Kebo Iwa dengan sebutan Guru.
Mari ambil pelajaran dan berterima kasih pada sosok tauladan luar biasa dari Kebo Iwa. Saudara2ku yg memiliki kemampuan spiritual, silahkan akses beliau sendiri untuk belajar lebih lanjut. Om shanti3..Rahayu



