• Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Trending Now
MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
“ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA
PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN
Tri Rna
ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN
FENOMENA KASTA DI BALI
Sad Atatayi
Garuda dan Pancasila
Sad Atatayi
MAJAPAHIT BANGKIT
Forum Studi Majapahit
  • Home
  • Profile FSM
  • Dharma Yatra
  • Pengetahuan & Informasi
  • Adat dan Budaya
  • Social Activities
  • Others
  • Contact
Pengetahuan dan Informasi

Sad Atatayi

by Admin FSM May 1, 2019
May 1, 2019
Sad Atatayi

Manusia memiliki Tri Pramana (Bayu, Sabda dan Idep), Idep adalah yang membedakannya dengan makhluk lainnya, Guna yang dapat dijadikan alat untuk memuliakan dirinya sebagai manusia, sekaligus dapat menjatuhkannya apabila tidak dapat digunakan secara baik. Pada dasarnya, Hindu mengajarkan untuk melaksanakan Ahimsakarma, yakni untuk tidak menyakiti dirinya, di luar dirinya, maupun lingkungannya, yang termasuk dalam Palemahan, Pawongan dan Parahyangan, melalui fikiran, ucapan dan perilaku asubhakarma. Dalam (kitab Sarasamuccaya.2) disebutkan kemuliaan lahir sebagai manusia :

“Manusah sarvabhutasu varttate vai cubhacubhe, acubhesu samavistam subhesvevavakarayet”
“Ri sakwehning sarwa bhuta, iking janma wwang juga wenang gumawayaken ikang cubhacubha-karma, kuneng panentasakena ning cubhakarma juga ikangcubha-karma, phalaning dadi wwang“

Terjemahan :
“ diantara semua makhluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk. Leburlah ke dalam perbuatan buruk itu. Demikianlah phalanya menjadi manusia”

Untuk itu, sepatutnya setiap manusia berpegang teguh pada jalan Dharma, dan mampu menghindari, mengatasi kecenderungan zaman yang mempengaruhi Tri Guna-nya, untuk tidak melaksanakan enam jenis subhakarma, yang dikenal dengan istilah Sad Atatayi;

  1. Agnida: menyakiti dengan cara membakar hak milik orang lain, mengadu domba, meledakkan.
    Contoh: Dalam kisah Mahabharata, rumah kardus Ibu Kunti dan Panca Pandawa yang dibakar oleh Duryodhana.
  2. Visada: menyakiti dengan cara meracuni.
    Contoh: Dalam kisah Mahabharata, Duryodhana yang memberikan makanan beracun pada Bima, dll.
  3. Atharva: menyakiti dengan menggunakan ilmu hitam,
    Contoh : Dalam kisah Mahabharata, Sakuni menggunakan tulang ayahnya untuk membuat dadu yang kemudian digunakan dalam permainan dadu bersama Panca pandawa, di Ruang pertemuan Hastina Pura.
  4. Sastraghna: menyakiti dengan mengamuk membabi buta
    Contoh: Dalam kisah Mahabharata, Aswatama yang mengamuk ingin melenyapkan seluruh keturunan Panca Pandawa, sehingga melepaskan Brahmastra, ke dalam kandungan Uttari, sehingga bayinya meninggal dalam kandungan.
  5. Dratikrama: menyakiti dengan cara memperkosa
    Contoh: Dalam kisah Mahabharata, Upaya Dussasana menyeret dan menelanjangi Drupadi dengan menarik rambut dan kainnya ke hadapan Pertemuan agung pada permainan dadu di Hastina Pura.
  6. Raja Pisuna: menyakiti dengan cara memfitnah
    Contoh: Dalam Kisah Mahabharata, Karna menyebut Drupadi sebagai pelacur sebab memiliki lima suami pada akhir permainan Dadu di Hastina Pura.

Oleh Ni Wayan Sri Prabawati Kusuma Dewi,M.Pd.H

0 comment
0
FacebookTwitterPinterestEmail
previous post
Sad Atatayi
next post
SAD KERTI

Artikel Terkait

Merah Putih Bukan Sekedar Berani dan Suci

November 16, 2020

SAD KERTI

May 1, 2019

Sad Atatayi

May 1, 2019

Panca Maya Kosa

May 1, 2019

Kelahiran Yesus

May 1, 2019

Tri Hita Karana

May 1, 2019

Tri Hita Karana

May 1, 2019

Panca Srada

May 1, 2019

Tri Rna

April 30, 2019

Leave a Comment Cancel Reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.


Artikel Terpopuler

  • 1

    MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI

    April 17, 2017
  • 2

    “ SATRIO PININGIT ” MENUJU PERADABAN NUSANTARA JAYA

    April 21, 2016
  • 3

    PENAMPAHAN GALUNGAN, GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015
  • 4

    Tri Rna

    April 30, 2019
  • 5

    ULASAN MAKNA HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN

    September 7, 2015

Kegiatan Sosial

  • Merawat Keharmonisan ALAM melalui Bedawang Yadram

    February 3, 2020
  • Tingkatkan Kualitas Diri, FSM melaksanakan Spiritual Retreat di Tirta Gangga

    December 16, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Penyu Selundupan Dilepaskan dalam Upacara Bedawang Yadram

    December 9, 2019
  • Paiketan-UNHI Teken Kerjasama Garap Lomba Arjuna Digital 2019

    March 16, 2019

Komentar Terbaru

  • Gede Suartika on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Made Yudiana on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Agung Ngurah Pradnya on MUNCULNYA FENOMENA BARU TENTANG SOROH DI BALI
  • Roadi on MAJAPAHIT BANGKIT
  • muammarriyadhi on Berkunjung ke Goa Selomangleng Tulungagung

Kategori

  • Adat dan Budaya
  • Dharma Yatra FSM
  • Informasi Lainnya
  • Pengetahuan dan Informasi
  • Profile FSM
  • Social Activities

@2026 - All Right Reserved. Forum Studi Majapahit.