Salah satu keyakinan yang di percaya oleh umat Hindu adalah Panca Sradha, adapun bagian bagiannya terdiri dari:
1.BRAHMAN
Umat Hindu percaya terhadap Brahman, yg artinya percaya terhadap adanya Tuhan yang Maha Esa, Sang Hyang Tunggal, Brahman itu bs dikatakan sebutan lain dr IDa Sang Hyang Widhi Wasa, Brahman bersifat abadi, kekal, tidak berwujud, tdk berbatas, tidak berawal maupun berakhir. Brahman itu penguasa ruang, waktu, energi, Tuhan adalah segala sumber dari alam baik itu sekala maupun niskala,
2. ATMAN
Umat Hindu percaya terhadap Atman, Atman adalah percikan kecil dr Brahman atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa yg berada dlm setiap tubuh mahluk hidup, Adapun atman yg terdapat dalam tubuh manusia kita sebut dengan jiwatman. Atman itu tdk mengalami kelahiran maupun kematian, fungsi atman itu sendiri sebagai sumber hidup di badan kasar dan badan halus dari mahluk hidup, adapun sifat dari atman itu antara lain, tak terfikirkan, tidak basah oleh air, maha sempurna sesempurna sempurnanya, dan masih banyak lagi sifat atman lainnya. Hubungan atman dengan raga disebutjiwaraga, yang menjadikan manusia dan mahluk hidup lainnya dapat hidup. Kemudian hubungan atman dgn brahman, atman itu Tuhan yang terkurung dalam tiap-tiap mahluk hidup
3. KARMAPALA
Umat Hindu percaya terhadap adanya karmaphala. Buah dari perbuatan baik yang telah kita lakukan maupun yang akan kita lakukan. Karmaphala itu sendiri memberikan optimisme pada setiap mahkluk hidup bahwa semua perbuatan akan mendatangkan hasil, apapun perbuatan yang kita lakukan pasti akan menuai hasilnya. Karmaphala adalah sebuah hukum kausalitas. Perbuat dalam konsep hindu terdiri dari perbuatan yang melalui pikiran, perbuatan yg melalui perkataan dan perbuatan yang melalui tingkah laku. Ketiga dari perbuatan itulah yang akan membuahkan hasil baik itu hasil yang baik ataupun sebaliknya.
Ada tiga jenis Karma Phala yakni:
- Sancita Karmaphala
Merupakan jenis Phala/Hasil yang diterima pada kehidupan sekarang atas perbuatannya di kehidupan sebelumnya.
2. Prarabdha Karmaphala
Merupakan jenis perbuatan yang dilakukan pada kehidupan saat ini dan phalanya akan diterima pada kehidupan saat ini juga.
3. Kryamana Karmaphala
Merupakan jenis perbuatan yang dilakukan pada kehidupan saat ini, namun phalanya akan dinikmati pada kehidupan yang akan datang.
Jadi apapun yang terjadi dalam kehidupan mahluk hidup tidak tepas dari karma yang mengikatnya.
4. PUNARBHAWA
Umat hindu percaya terhadap punarbawa, Punarbhawa yang berarti kelahiran berulang-ulang ke dunia disebabkan oleh karma wasana dari suatu kehidupan yang lain, sebelum seseorang mengetahui hakekat sang dirinya yang sejati.
Bahwa pada saat seseorang meninggal dunia maka jiwatman (roh) akan melepaskan badan jasmaninya (Stula Sarira), menuju sorga atau neraka. Untuk meningkatkan kualitas jiwatman maka setelah waktu tertentu jiwatman kembali kedunia melalui proses kelahiran dengan menggunakan badan jasmani yang baru. Proses inilah yang disebut dengan Punarbhawa.
Adanya Punarbhawa sangat erat hubungannya dengan karmaphala perbuatan di kehidupan masa lalu dan Jiwatman yang masih dipengaruhi oleh kenikmatan, dan kematian akan diikuti oleh kelahiran. Intinya punarbhawa atau reinkarnasi (Samsara) adalah cara manusia membayar hutangnya di kehidupan terdahulu, baik itu hutang kepada Ida Sang Hyang Widhi, hutang kepada para leluhur, dan hutang kepada para Rsi, pendeta dan para guru dalam hal mengajarkan kebenaran.
5. MOKSA
Kepercayaan berikutnya adalah percaya terhadap moksa, tujuan akhir dari umat hindu.
Artinya ialah kelepasan atau kebebasan dari ikatan duniawi dan lepas juga dari putaran reinkarnasi atau Punarbawa kehidupan menyatu dengan Brahman.
Kunci untuk meraih moksa adalah kesadaran akan ‘Sang Diri’ (Atma Jnana) Umat hindu boleh melakukan suatu bentuk (atau lebih) dari beberapa macam Yoga (pengendalian diri), dengan menyadari bahwa Tuhan bersifat tak terbatas dan mampu hadir dalam berbagai wujud, baik bersifat personal maupun impersonal. Diyakini ada 4 cara untuk mencapai moksa yaitu berbakti, memahami, bermeditasi dan melayani Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Seseorang harus mencapai moksa dengan bimbingan seorang guru. Seorang guru bertugas hanya membimbing namun tidak campur tangan. Moksa adalah alamnya brahman yang sangat gaib dan berada di luar batas pikiran umat manusia. Moksa bersifat nirguna. Tidak ada bahasa manusia yang dapat menjelaskan bagaimana sesungguhnya alam moksa itu. Dia hanya dapat dirasakan oleh orang yang dapat mencapainya. Alam moksa bukan sesuatu yang bersifat khayal, tetapi suatu yang benar-benar ada.
Semua makhluk akan dapat mencapai moksa, hanya saja proses yang dilalui satu sama lain berbeda. Ada yang cepat dan ada pula yang lambat dan sebagainya. Bila seseorang dapat mengurangi sifat egoisnya terhadap sesuatu dan mengarahkan pikiran dan perasaannya pada Tuhan, maka secara perlahan-lahan dan pasti akan dapat menyatu dengan Brahman.
Surga diyakini sebagai tempat bagi karma sementara yang mesti dihindari oleh orang yang menginginkan moksa demi bersatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Marilah Kita Berlomba Mengejar Moksa Bukan Mengejar Surga”
Oleh Ni Made Novitarini